Happy Birthday Rafka Sayang...
Alhamdulillah hari ini Rafka berumur 2 tahun sayang.
Selamat ya nak..
Semoga ALLAH selalu memberikan perlindungan dimanapun Rafka berada
Jadilah anak yang sholeh ya sayang, agar selamat dunia dan akhirat.
Tumbuhlah menjadi anak yang berbakti dan berguna untuk sesama ya nak.
2 tahun rafka berada ditengah2 Mama dan Papa.
Banyak pelajaran yang mama dapat untuk menjadi orangtua.
Kamu memberikan warna dalam hidup ini nak.
Mama dan Papa sayang banget sama Rafka
Mama dan Papa akan selalu memberikan yang terbaik untuk Rafka.
Love You So Much M Rafka Pradipta
with love
- Mama -
Tuesday, November 26, 2013
Thursday, October 24, 2013
The Fourth Year
11 Oktober 2009 – 11
Oktober 2013
Tadinya aku mau
memberikan kejutan kecil-kecilan buat kamu. Tapi aku bener-bener gak nyangka 2
hari sebelum hari H aku meriang, demam sampe 38,6. Dan keesokannya kamupun
meliburkan diri dari kantor karena harus
jagain aku dirumah. Makasi banget ya sayang, udah mau izin kantor untuk
jagain aku dirumah dan sikecil yang juga lagi kurang sehat saat itu. ^__^
Sampe-sampe aku baru
sekarang bisa menulis di blog ini tentang hari ultah pernikahan kita. :D
Kali ini aku
mengumpukan beberapa foto kita dari jaman pacan, nikah, aku hamil, sampe ada
Rafka.
| Icha, why.U n' Rafka |
“ Happy Anniversary
my dear hubby.”
Setiap kata tidak
akan pernah cukup mewakili bagaimana perasaanku menjalani hari-hari bersama.
Sekarang adalah
pernikahan kita yang ke-4, walaupun sebelumnya kita sudah pacaran 4 tahun, so
kita udah saling kenal selama 8 tahun.
Setiap tawa, canda,
sedih, perdebatan, kekonyolan, kengeyelan kita masing-masing memberi warna
dalam kehidupan. Semoga itu semua membuat kita semakin bersatu, semakin dekat
semakin mengenal satu sama lain. Semakin saling mengerti dan memahami.
Tangan saling
menggenggam erat untuk melewati rintangan yang ada didepan agar selalu
tersenyum.
Perjalanan kita masih
panjang. Semoga kita bisa menjaga dan mempertanggung jawabkan setiap amanah
yang diberikan kepada kita. Salah satunya Rafka yang harus kita didik dijalan
yang benar.
Thank you
for teaching me honey and forgive my weaknesses.
Lirik lagu “Cinta
Putih” dari Katon mewakili kata yang tak
tertuang di tulisan ini.
CINTA PUTIH
Mari kita jaga sebentuk cinta putih
Yang telah terbina
Sepenuhnya terjalin pengertian
Antara engkau dan aku oh..
Masilah panjang
Jalan hidup mesti ditempuh
S’moga tidak lekang oleh waktu
Reff#
Cukup bagiku hadirmu
Membawa cinta selalu
Lewat
warna sikap kasihku
Kau ungkap.. tlah terjawab
Jika kau bertanya
Sejau mana cinta membuat bahagia
Sepenuhnya t’rimalah apa adanya
Dua beda menyatu saling mengisi
Tanpa pernah mengekang diri
Jadikan percaya yang utama
Monday, August 26, 2013
SELAMAT LEBARAN
Assalamualaikum...
Hallo Sahabat Blogger..,
Semoga ngga terlambat ya.. Yang penting masih di bulan Syawal ^__^
Saya mengucapkan :
MINAL AIDIN WALFAIZIN
MOHON MAAF LAHIR BATHIN
SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI 1434 H.
Wassalam
-Icha-
Hallo Sahabat Blogger..,
Semoga ngga terlambat ya.. Yang penting masih di bulan Syawal ^__^
Saya mengucapkan :
MINAL AIDIN WALFAIZIN
MOHON MAAF LAHIR BATHIN
SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI 1434 H.
Wassalam
-Icha-
Tuesday, May 21, 2013
Breastfeeding Story
Ternyata menyusui itu tidak
segampang yang kita lihat ya… Sahabat blogger izinkan saya untuk menulis
pengalaman yang luar biasa ini.
Jauh sebelum anak pertama saya lahir, saya memang sudah berniat untuk
memberikan ASI kepada calon bayi saya. Bahkan saya ingin sekali mengikuti IMD (Inisiasi
Menyusui Dini) dimana melalui IMD ini bayi dibiarkan untuk mencari puting
ibunya sendiri untuk mendapatkan ASI pertama kali setelah keluar dari rahim
ibunya. Dan selama kehamilan, saya sudah melakukan berbagai usaha agar nanti
anak saya lahir saya bisa langsung menyusui dengan baik.
Ternyata apa yang saya
rencanakan berbeda dengan skenario yang sudah dituliskan Tuhan. Air
ketuban yang terus berkurang yang membuat saya tidak bisa melahirkan secara Normal. Saya harus melahirkan dengan cara Ceasar, tentunya program IMD yang
saya inginkan ini tidak bisa tercapai. Khawatir menyakiti luka diperut saya.
Dan lagi-lagi saya tidak
menyangka, ternyata menyusui itu tidak semudah yang saya bayangkan. Saya pikir
menyusui itu hanya gendong bayinya, angkat baju dan buka bra terus tempelkan deh tu
mulut bayi keputing terus bayinya tinggal
menikmati ASI untuk menghilangkan rasa hausnya.
Walah..walah.. tidak semudah itu ternyataaaa
sodara-sodara… Menyusui itu butuh perjuangan, butuh kesabaran, butuh keahlian dan
butuh dukungan dari orang-orang terdekat kita. Seriuuus..!! saya saja sampe
nangis-nangis karena anak saya tidak bisa langsung nyusu ke puting saya.
Bayi saya lahir dengan berat 2250
gram, dan katanya yang saya dapatkan dari berbagai info bahwa kalo bayi yang
lahir dibawah 2500 gram biasanya susah untuk nyusu langsung ke ibunya.
Waktu baby rafka baru lahir saya
langsung mencoba untuk menyusuinya tapi entah kenapa baby rafka ga mau buka
mulut. Saya gendong dan saya deketkan mulutnya ke puting agar baby rafka bisa
nyusu tetapi tetap dia ga mau nyusu. Sempet sih mertua saya minta ke suster “Sus, ini bayinya tolong dikasi susu formula aja. Abis dia ga nyusu-nyusu”
waduh… saya langsung kaget.. karena saya pengennya ASI buat anak saya. Tetapi
jawaban susternya membuat saya sedikit lega
“Tidak buk.. kita disini tidak
menyediakan susu formula” terus mertua saya bilang lagi.. “kasian ni bayinya
haus dan laper” terus susternya bilang “Bayi yang baru lahir bisa bertahan
sampe 2 hari tampa dikasi susu buk”. Mendengar jawaban suster tadi
mengembalikan semangat saya yang sempet kendur. (Saya juga pernah baca bayi
yang baru lahir bisa bertahan 72 jam tanpa diberi ASI atau makanan dan minuman)
Sampai anak saya berusia 1 hari baby
rafka belum bisa nyusu juga. Akhirnya saya minta kepada suami saya untuk
dibelikan breastpump saja. Walaupun bayinya ga bisa langsung nyusu keputing
mamanya tapi masih bisa mendapatkan ASI. Dan suami saya setuju langsung
mengabulkan permintaan saya. (Waaahh.. suami siaga juga Seneeengnyaa.. :-) )
Yes…, akhirnya baby rafka dapat
ASI juga.. , saya mulai bisa tersenyum :D . ketika susternya liat saya kasi dot ke baby rafka langsung deh susternya
bilang “jangan dikasi dot, pake sendok saja nanti anaknya bingung puting”
akhirnya saya suapin deh dengan sendok hasil ASI perahan saya. Terus saya tanya
ke susternya “Sus, saya dikasi pil buat penambah ASI ga? ASI saya cuma segini doang
sus” sambil saya menunjukkan hasil perahan saya yang menurut saya saat itu
sedikit. Susterpun menjawab “Iya. Sudah ada nih., segitu juga udah bagus kok. Bayi baru lahir gak banyak-banyak juga nyusunya paling butuh kehangatan saat
digendong mamanya” tambah si suster. Saya seneng banget karena Rumah Sakit
tempet saya melahirkan ini sangat Pro sekali dengan ASI. Dokter saya, Dr.Prita pun
menambahkan penjelasannya saat terakhir mengunjugi saya sebelum saya dibolehkan
untuk pulang. “Inget ya NO FORMULA. ASI LEBIH BAIK. Tentunya harus dapet
dukungan dari berbagai pihak” dan saya rasa orang-orang disekitar saya saat itu
pun jelas mendengarkan apa kata si Dokter.
Sesampai dirumah, sodara-sodara
lain deket rumah saya datang untuk melihat bayi mungil yg baru lahir. Tetapi
sepertinya mereka ga setuju kalo saya harus memerah ASI saya dulu baru
disendokin ke bayinya. Mereka bilang “duuhh.. kasihan ya bayinya nyusunya dikit”
(huuufhh… saya tidak suka mendengar kata-kata itu sensi niiih… mbok ya hargai
dooonk usaha saya untuk memberikan ASI, toh segini juga udh bagus kata
susternya). Karena komentar orang-orang jugalah yang membuat saya dan suami luluh
untuk memberikan ASI melalui dot kepada baby rafka. :(
Dan malam harinya rumah sayapun
sudah kosong dari kunjungan orang-orang terdekat. Tidak lama suami saya
datang dengan membawa 1 kotak susu formula. Saya kaget dan bertanya-tanya dalam
hati “siapa yang menghipnotis suami saya untuk membeli susu formula? Bukannya
saya dan suami sudah sepakat untuk kasi baby Rafka ASI.” Melihat keheranan saya,
suami sayapun menjelaskan dengan nada lembut “Mama, ini susu formula untuk
rafka takutnya anak kita kurang dengan hasil ASI perahannya”. Sedikit ga terima sih sama penjelasan suami (Pikiran
saya saat itu, apa saya tidak bisa memberikan yang terbaik buat baby saya.. Duh pokoknya sensiii bangeet saat itu) dan akhirnya kita sepakat bahwa Susfor itu diberikan
bila darurat saja selama ASI masih bisa ya yang dikasi ke baby rafka harus ASI. ;)
Beberapa hari kemuadian, saya,
suami dan mama saya pergi membawa baby rafka ke RS untuk imunisasi pertama.
Sebelum dipanggil keruang dokter baby rafka udah mulai rewel mau minta susu sepertinya.
Melihat kondisi ini saya langsung pergi keruang menyusui. Anehnya, biasanya
para ibu masuk ke ruang menyusui bersama bayinya. Tetapi saya tidak, saya masuk malah bersama alat tempur untuk
memerah ASI. Melihat pemandangan ini pasti orang-orang merasa aneh kenapa
bayinya menunggu diluar.. hahaha.. ternyata mereka belum tau kalau bayi saya
belum bisa mimik susu langsung ke saya. Padahal, dari dalam lubuk hati ini sebenernya saya
ngiri melihat bayi mereka bisa menyusu langsung ke ibunya.. pasti lebih fresh
donk.
Sampai akhirnya saya ketemu lagi dengan
Dr. Prita dokter kandungan saya yang sangat mendukung ASI. Saya ceritakanlah
permasalahan saya ke Dr Prita bahwa anak saya gak bisa nyusu langsung ke
puting, jadi saya harus mompa ASI dulu untuk diberikan ke baby. Pada saat
itu juga dr. Prita memberi dukungan dan meyakinkan saya bahwa anak saya pasti
bisa nyusu langsung ke saya. Dengan cara jangan pernah untuk kasi dot lagi. Dan
kasi ASI nya dengan sendok kecil sambil diselingi untuk kasi ke putting buat
dia belajar. Dan saya bilang “Saya ga tega dok. Anak saya seperti ga puas
nyusunya, jadi rewel dan nangis mulu.” “kalo mau berhasil harus tega, inikan
buat kebaikan bayi ibu juga. Saya yakin
kok bayinya pasti bisa asalkan mamanya telaten ya..” Omongan dokter Prita membuat saya semangat,
dengan harapan saya harus BISA walaupun ada rasa takut gagal.
Sesampai dirumah saya lakukan
apapun juga agar anak saya tetap bisa nyusu langsung keputing saya. Saya cari
informasi dari majalah, browsing, nanya sana sini, sampe mama mengajarkan saya
dengan penuh kesabaran cara menyusui yang benar. Saya coba selalu dengan baca Basmallah,
dengan hati yang senang, keyakinan yang kuat, gendong bayi dengan nyaman, dan
menyusui bukan di putting tapi di areola, dan perhatikan hidung bayi jangan
sampe ketutup payudara. Dan cara yang dianjurkan Dr. Prita pun saya praktekan.
Berkat bantuan mama, doa mama, ajaran mama, dukungan dan kesabaran suami yang
ga kalah luar biasanya, Akhirnya 3 hari setelah ketemu dr. Prita
tepatnya anak saya beusia 12 hari baby rafka bisa nyusu pertama kali puting disebelah
kiri hari Kamis tanggal 8 Desember 2011, pukul 14.40 WIB lebih kurang selama 10 menit.
Inilah pengalaman pertama saya menyusui seorang bayi yang saya beri nama
Muhammad Rafka Pradipta ^__^
Dan dari pengalaman ini saya baru
mengerti dan kenapa ada kutipan “Surga
berada di telapak kaki Ibu.”
Miss You and Love You So Much My
Mother. Thanks For all.
Terima kasih juga buat RS JIH dan Dr. Prita yang sudah mendukung dan meyakinkan saya. ^_^
Terima kasih juga buat RS JIH dan Dr. Prita yang sudah mendukung dan meyakinkan saya. ^_^
With love,
Icha
Subscribe to:
Posts (Atom)